Cool! Langkah Fenomenal Presiden Malawi untuk Mengatasi Kelaparan

Malawi mungkin hanya sebuah negara kecil. Bahkan sebagian dari kita mungkin belum pernah mendengarnya. Namun sang presidennya saat ini, membuat sebuah langkah fenomenal untuk mengatasi kelaparan yang melanda negaranya.


Namanya Joyce Hilda Banda. Wanita kelahiran 12 April 1950 ini merupakan presiden wanita pertama di Afrika bagian selatan. Meski baru memegang jabatan presiden pada 7 April 2012, namun presiden Malawi ini telah menuai banyak pujian atas langkah-langkah penghematan yang dilakukannya.

Pemerintah Malawi menjual pesawat kepresidenan untuk memberi makan lebih dari 1 juta rakyatnya yang kelaparan. Dana yang diperoleh dari penjualan pesawat itu sebesar US$ 15 juta. Bahkan puluhan mobil mewah para menteri juga harus dijual untuk mendukung program ini.

Presiden Joyce Banda menjadikan penjualan pesawat tersebut sebagai prioritas pemerintahannya.

"Dana US$ 15 juta yang kami dapat dari penjualan jet kepresidenan akan digunakan untuk membeli jagung lokal untuk membantu memberi makan rakyat yang menderita, dan sebagian lagi digunakan untuk produksi kacang-kacangan," kata juru bicara Departemen Keuangan Malawi Nations Msowoya seperti dilansir The Nation, Jumat (6/9/2013).

Penjualan pesawat ke perusahaan Virgin Islands, Bohnox Enterprise itu telah diumumkan Mei lalu. Jet mewah itu memang cukup menguras kas negara. Sebabnya, biaya pemeliharaan dan asuransinya mencapai US$ 300 ribu per tahun.

Pemerintah Malawi sempat membuat geram negara-negara donatur Barat, yang biasanya menyumbang 40 persen dari anggaran, ketika presiden terdahulu, mendiang Bingu wan Mutharika membeli 14 pesawat penumpang Dassault Falcon 900EX pada tahun 2009.

Inggris, donor bilateral utama Malawi mengkritik pembelian pesawat tersebut. Inggris bahkan memangkas bantuan untuk pemerintahan Mutharika hingga 3 juta pounds. Kondisi ini menimbulkan goncangan perekonomian di tengah kelaparan yang melanda negeri itu.

Namun Banda yang menggantikan Mutharika yang meninggal akibat serangan jantung pada April 2012, mendapat pujian donatur Barat atas langkah-langkah penghematan yang dilakukannya.

Wanita itu bahkan telah menurunkan gajinya sebesar 30 persen dan berjanji akan menjual 35 mobil dinas Mercedes Benz yang digunakan para menteri kabinet.