Ini Dia Ide di Balik Uniknya Blackberry Passport

Mungkin banyak yang berpikir, kreativitas desain smartphone sudah mulai mati. Wujud persegi panjang dengan setiap sudut membulat mendominasi tampilan visual desain smartphone saat ini. BlackBerry Passport, tampil beda dengan desain yang belum pernah ada sebelumnya.

Vice President Global Product Management Device Emerging Solutions BlackBerry Francois Mahieu mengatakan, BlackBerry memerlukan sesuatu yang ikonik untuk menarik perhatian para penggunanya.

BlackBerry sendiri sejak dulu dikenal sebagai perangkat bagi para profesional. Itu sebabnya, perusahaan asal Kanada ini merasa perlu memastikan bahwa mereka bisa menyampaikan citra produk terbarunya kepada para profesional yang menjadi target pasarnya.

"Muncul gagasan sebuah paspor, maksud saya paspor sungguhan. Kami melihatnya sebagai sebuah simbol mobilitas para pebisnis. Jika Anda seorang pebisnis, Anda akan selalu membawa paspor," ujarnya dalam sesi wawancara usai peluncuran BlackBerry Passport di London, Inggris pekan lalu.

Francois mengklaim bahwa kebanyakan orang nyaman dengan ukuran sebuah paspor. Dokumen perjalanan tersebut masih muat masuk dalam saku dan mudah ditaruh di tas tangan.

Karena ukurannya yang dapat diterima, BlackBerry pun membuatkan perangkat yang ketika digenggam, persis seperti menggenggam sebuah paspor sungguhan.

Selain itu, layar persegi 4,5 inch x 4,5 inch Passport yang menampilkan 66 karakter, berdasarkan hasil riset, merupakan standar ukuran yang optimal untuk mendukung para profesional bekerja. Ukuran ini ideal untuk membaca dokumen dan spreadsheet

"Jadi ini yang kami mulai. Memikirkan sebuah ikon dan momen yang nantinya orang akan bilang, saya membawa 'Passport' ketika berpergian. Saya membawa BlackBerry saya saat berpergian. Itu asosiasi yang kami inginkan," jelasnya.

Francois mengatakan kebanyakan pengguna kini nyaman dengan layar besar. BlackBerry pun mengikuti tren phablet alias ponsel jumbo, namun dengan diferensiasi menambahkan qwerty keyboard fisik yang sejak dulu menjadi ciri khasnya.

"Di Indonesia, saya melihat bagaimana orang-orang meninggalkan kami, beralih ke Samsung dan iPhone. Saya rasa ini saatnya meminta mereka kembali. Namun Anda tidak bisa mengajak mereka kembali dengan ponsel yang tampilannya sama saja seperti BlackBerry lama," sebutnya.

Melalui Passport, BlackBerry berusaha menawarkan barang baru yang akan membuat pengguna nyaman dengan layar besar dan lebar, dengan kombinasi qwerty keyboard BlackBerry.

"Pada dasarnya, meminta seseorang yang sudah meninggalkan BlackBerry, kembalilah, kami juga punya alasan karena kami mendengarkan konsumen kami," simpulnya.