Tips Cara Cepat Mengatasi Demam dan Kejang pada Anak

Bagi para orang tua dan calon orang tua, terutama para ibu dan calon ibu, perlu tahu lebih banyak tentang demam dan kejang pada anak serta cara mengatasinya. Demam pada anak balita kadang-kadang disertai dengan kejang atau step atau stiup. Inilah yang biasanya ditakutkan oleh para orang tua. Karena ketika melihat anaknya kejang, rasanya seperti akan kehilangan sang anak selamanya.

Demam pada anak dikatakan berbahaya jika mencapai suhu di atas 37,5 derajat celcius. Karena pada suhu di atas ini, anak balita yang mengalami demam berpotensi kejang. Maka dari itu, hal pertama dan utama yang harus dilakukan oleh orang tua adalah menyiapkan termometer (usahakan termometer digital, harganya sekitar 30-50 ribu) untuk mengukur panas anak dan juga obat penurun panas atau paracetamol.
Tips: Jangan mengandalkan meraba panas anak dengan tangan, karena itu sama sekali tidak akurat
Cara Cepat Menurunkan Suhu Anak

Suhu normal anak balita adalah antara 36-37 derajat. Jika lebih dari itu, maka bisa dikatakan anak mulai demam. Untuk menurunkan suhu anak, cara paling mudah dan cepat adalah dengan membuka baju yang dikenakan oleh anak dan orang tua, dan memeluknya sehingga bersentuhan kulit dengan kulit. Lebih bagus jika dilakukan oleh ayah. Prinsipnya adalah mengalirkan suhu panas dari anak ke orang tua.

Juga bisa dikombinasikan dengan mengkompres dengan air hangat. Terutama bagian leher, ketiak, dan lipatan lutut. Hindari mengkompres dengan air dingin atau air es, karena perbedaan suhu yang terlalu tinggi akan membuat shock tubuh dan otak anak.

Cara Mengatasi Kejang pada Anak

Jika suhu telah turun, maka potensi kejang juga bisa diminimalisir. Sebaliknya, jika setelah dilakukan pertolongan tetap tidak turun, segera beri paracetamol. Adapun jika sudah terjadi kejang, maka yang perlu dilakukan orang tua adalah sebagai berikut:

  • Jangan panik, panik hanya akan membuat semuanya tambah rumit
  • Tetap kompres dengan air hangat
  • Jika ada makanan di mulut balita, segera keluarkan agar tidak tersedak
  • Tempatkan di tempat yang luas misalnya kasur dan longgarkan atau lepas bajunya jika memungkinkan agar pernapasannya tidak terganggu
  • Jika keluar banyak air liur, segera miringkan badan balita agar air liur tidak masuk ke jalur pernapasan
  • Setelah pertolongan di atas dilakukan, segera bawa ke rumah sakit