Ganjar Tolak Suap E-KTP Senilai USD 150 Ribu, Ternyata Ini Alasannya

model mobil terbaru, interior mobil, aksesori mobil, asuransi mobil, bengkel mobil, asuransi mobil online
Mantan Bendahara Fraksi Demokrat M Nazaruddin menyatakan Ganjar Pranowo sempat menolak diberi USD 150 ribu sebagai jatah dari proyek e-KTP. Ganjar selaku Wakil Ketua Komisi II, menurut Nazaruddin, bukan tak mau terima, tapi justru ingin disamakan jumlahnya dengan Ketua Komisi II.

"Ada salah satu wakil ketua waktu itu menolak, Pak Ganjar," kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

"Menolak, ribut dia di media. Karena dikasih USD 150 ribu dia tidak mau. Dia maunya dikasih posisinya sama dengan ketua," jelasnya.

Jawaban Nazaruddin membuat riuh ruang sidang. Ia menyebut Ganjar ingin 'jatah'-nya disamakan dengan Ketua Komisi II, yakni USD 500 ribu.

"Ya, minta tambah itu, minta dikasih sama dengan ketua sebesar USD 500 ribu," jelasnya.

Sebelumnya, Nazaruddin membeberkan ada bagi-bagi uang ke pimpinan Banggar, pimpinan Komisi II, serta anggota Banggar dan komisi. Besarannya mulai USD 10 ribu hingga USD 500 ribu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disebut menerima 520 ribu Dolar Amerika Serikat hasil korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Diceritakan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Ganjar Pranowo sempat menolak saat diberikan rekannya di Komisi II, Mustokoweni. Ganjar menolak karena saat itu dia hanya mendapatkan 150 ribu Dolar Amerika.

"Ganjar tidak mau menerima karena ingin mendapatkan sama dengan ketua yakni 500.000 Dolar (AS)," kata Nazaruddin di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Nazaruddin mengaku tidak tahu sebab Ganjar ingin dapat jatah lebih. Pasalnya, kata Nazaruddin, pembagian tersebut memang diatur oleh ketua komisi. Jatah ketua Komisi memang lebih besar karena sesuai UU MD3, hanya ketua komisi yang membubuhkan tanda tangan.

Karena hanya ditawari jatah yang kecil, Ganjar Pranowo pun ''meributkan' masalah e-KTP. Ganjar kemudian banyak berbicara dan mengkritisi mengenai e-KTP di media. "Setelah itu dia ribut di media," kata Nazaruddin.

Karena sikap Ganjar Pranowo yang 'menentang' di media, pimpinan Komisi II akhirnya melunak dan aktif melobi Ganjar Pranowo. Akhirnya, disepakati Ganjar menerima 500 ribu Dolar AS, sekitar satu bulan sejak Ganjar menolak. Uang tersebut tetap diserahkan Mustokoweni.

Sisanya yang 20 ribu Dolar diberikan saat reses DPR," tukas Nazaruddin. Pada persidangan pekan lalu, Ganjar Pranowo mengakui pernah ditawari tiga kali uang hasil korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Uang tersebut ditawarkan Anggota Komisi II Mustokoweni saat sidang di DPR RI. "Saya tidak terlalu ingat karena itu kalau enggak sekali, dua kali, tiga kali di dalam ruangan sidang. "Dek ini ada titipan dari Irman'. Saya bilang nggak usah," kata Ganjar saat persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/3/2017). model mobil terbaru, interior mobil, aksesori mobil, asuransi mobil, bengkel mobil, asuransi mobil online
Share on :